Showing posts with label KELAS BISNIS. Show all posts
Showing posts with label KELAS BISNIS. Show all posts

Thursday, January 3, 2013

EXCELLENT ENTREPRENEURS BAG-5 SELESAI

Bismillah, sahabat semua kita lanjutkan bahasan mengenai Mental Patriot yang merupakan bagian dari materi Excellent Entrepreneurs Bag-5. Bila dalam tulisan sebelumnya telah saya sebutkan dua mental pejuang yang harus dimiliki seorang entrepreneurs yaitu FOCUS dan MILITAN, maka selanjutnya adalah:

MENTAL JUARA
Seorang juara tidaklah muncul tiba-tiba, tapi hasil dari proses panjang latihan yang melelahkan, jatuh bangun sebelum menjadi juara adalah bumbu penyedap yang akan menghiasi cerita sejarah saat menjadi juara. Sebelum menjadi juara, kekalahan demi kekalahan adalah proses yang biasa di alami. Allah Maha Pengatur senantiasa memutarkan roda kemenangan dan kekalahan dalam setiap drama kehidupan. 
Jangankan kita manusia biasa, para nabi sebut saja Nabi Muhammad SAW sebelum sukses menaklukan jazirah Arab, harus 13 tahun terlebih dahulu mengalami penderitaan yang luar biasa di Mekkah kota kelahirannya. Saat hijrah ke Madinah dan memimpin ummat Islam, Allah putarkan roda kemenangan dan kekalahan dalam peperangan. Bila dalam perang Badar walau pejuang Muslim hanya berjumlah 300 an orang tapi berhasil mengalahkan lebih dari 1.300 tentara musuh. Tapi saat perang Uhud dimana jumlah pejuang Muslim sudah bertambah banyak malah menderita kekalahan.

Dalam dunia usaha, Kerugian adalah adalah cambuk yang mendorong kita untuk mengevaluasi kesalahan lalu merancang strategi yang lebih efektif dan effisien sehingga kerugian berubah menjadi keuntungan.

Bagi seorang entrepreneurs, Kesulitan adalah Tantangan yang memacu kita untuk memutar otak dan memacu adrenalin, sehiingga memaksa kita mengeluarkan seluruh potensi diri yang dimiliki, istilah PUSH THE LIMIT harus sering kita biasakan bila ingin sukses menjadi entrepreneurs.

Seorang entrepreneurs haruslah memiliki pandangan bahwa Kompetitor adalah Mentor, jangan jadikan kompetitor sebagai objek yang harus di ikuti tapi jadikanlah mentor sebagai sarana belajar dan "booster" atau pendorong kita berkreasi lebih baik lagi. Saya katakan sekarang untuk para sahabat calon entrepreneurs "Kompetitor kita sudah merancang perjalanan ke bulan, ayo kita rancang perjalanan ke planet lain dengan transit ke Bulan". 

Seorang entrepreneurs harus memiliki inner self motivation yaitu kemampuan Memotivasi Diri Sendiri. Sebagai entrepreneurs kita akan sering dihadapkan dalam kondisi sendiri dalam menghadapi kesulitan, walau karyawan kita training dan berikan motivasi untuk memiliki kesamaan visi dan missi, tapi karyawan tetaplah karyawan yang kadang loyalitasnya terukur sebatas penghasilan yang didapatkan. Saat situasi kesendirian itulah mentalitas entrepreneurs sejati kita akan diuji apakah kita kuat menjaga perahu bisnis dalam menahan badai yang akan menerpa. 

Untuk di awal-awal usaha, kesulitan keuangan adalah hal lumrah yang akan kita alami karena cash flows usaha belumlah baik, sering omzet lebih kecil dari biaya operasional dan kita harus menguras dalam-dalam dompet dan simpanan kita sampai batas maksimal, belum lagi tuntutan kebutuhan rumah tangga tidak bisa dihindari, dapur harus tetap ngebul, anak-anak harus tetap sekolah, angsuran KPR rumah harus tetap diangsur, orang tua harus kita nafkahi, kadang anggota keluarga dan orang tua sakit tambah menguras dalam-dalam keuangan kita.

Saat kondisi keuangan seperti itu dunia serasa menyempit, nafas serasa pendek di batas kerongkongan dan kepala seperti mengkerut karena otak kita terus berputar dalam RPM tinggi. Bila kita mengalami kondisi seperti ini, tidak ada salahnya sahabat mencoba tips berikut berdasarkan pengalaman pribadi saya di awal membangun usaha, sebagai berikut:

  • Tenangkan diri dan fikiran, ingatlah asal diri kita dari mana, maka kita akan ingat sang pencipta, jagalah iman, ibadah dan doa kita senantiasa tune in denganNYA. Optimalkan shalat malam (Tahajud), shalat Dhuha, shaum sunnah, sedekah dan ibadah sunnah lainnya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  • Saat kondisi keuangan sulit biasanya godaan iman lebih dahsyat, tawaran bisnis kotor, uang haram sampai cara-cara maksiat dalam memperoleh uang dengan mudah berdatangan, sekuat tenaga jauhi dan hindari, difikirkanpun jangan, karena sekali saja kita tergoda kemasiatan, maka kehancuran masif akan kita alami dan lebih sulit merecoverynya.
  • Silaturahim dan minta doa ke orang tua dan mertua kita, minta maaf atas segala kesalahan kita kepada mereka, berikan mereka sedekah semaksimal yang kita mampu walau kita harus sering shaum sunnah karena uang kita berikan ke mereka. 
  • Optimalkan ikhtiar dalam mencari rizki Allah, saya sebar email surat penawaran produk furniture saya ke perusahaan-perusahaan dan kolega-kolega, saya telpon/sms/bbm teman-teman barangkali ada yang memerlukan furniture, saya update profile di facebook dan twitter dengan foto-foto terbaru produk furniture, dengan konsisten tanpa memikirkan hasil, terus saya lakukan tiap saat, karena saya yakin siapa menanam kebaikan Allah pasti akan berikan buahnya. 
  • Tahan dan sabarlah, karena pertolongan Allah biasanya datang last minute, seperti yang sering saya alami, contoh suatu Sabtu kebutuhan dana untuk pembayaran para pegawai tukang sekitar Rp. 11 jutaan, sedangkan sampai dengan hari Jumat uang kami tinggal Rp. 70 ribu, lalu saya dan istri silaturahim ke orang tua, minta maaf dan mohon doa kebaikan, lalu saya berikan Rp. 50 ribu ke orang tua sekedar untuk membeli makanan ala kadarnya dan sisanya untuk ongkos pulang. Apa yang terjadi membuat kami tersungkur menangis bersujud, tanpa menunggu lama, masih di rumah orang tua, dua calon customer menelpon merespon surat penawaran pekerjaan furniture yang telah saya email dengan pembayaran uang muka 50% sebelum pengerjaan, Allah menggerakan para customer tersebut untuk percaya dan mentransfer uang muka kepada saya, sehingga pada hari sabtu dana di rekening sudah menjadi lebih dari Rp.70 juta lebih dari cukup untuk membayar gaji pegawai, pembelian material bahkan untuk biaya hidup saya sekeluarga. Berbagai rentetan keajaiban serupa terlalu panjang bila saya ceritakan di sini, tapi yakinlah Allah tidak pernah tidur apalagi lupa atas doa yang kita panjatkan dan ikhtiar yang kita lakukan.
Bila Terpukul Cepatlah Bangun dan Kembali Bertarung
Bukan seorang Excellent Entrepreneurs bila kita terjatuh, ditipu, rugi bahkan bankrut trus frustasi meratapi nasib, tapi latihlah diri kita untuk cepat bangun dan bangkit lagi walau cobaan bertubi-tubi dengan enteng kita bangun dan kembali bertarung. 
Contohlah bola bekel yang sering di mainkan anak-anak perempuan yang bila kita lemparkan ke lantai akan membal ke atas dan semakin keras kita lemparkan ke lantai maka semakin tinggi lontaran balik ke atasnya. Maka semakin keras kita dijatuhkan maka kita akan memiliki potensi semakin tinggi menggapai kesuksesan.

Sebagai contoh + 6 bulan saya memulai perusahaan Design & Marketing Interior hampir seluruh karyawan yang saya rekrut menyatakan resign dari perusahaan karena menilai perusahaan yang baru berdiri ini tidak memiliki masa depan, karena omzet sangatlah kecil dan gaji masih saya subsidi dari bisnis clothing yang kebetulan di kontrak salah satu perusahaan fashion di Jakarta, para karyawan yang termakan provokasi tentunya ikut-ikutan resign menyisakan dua orang karyawan yang mungkin "terpaksa loyal" karena tidak ada pilihan pekerjaan lain selain bertahan dengan saya. Saya yakinkan sahabat karyawan saya yang bertahan bahwa Allah akan menolong kita karena kita sudah optimal dalam ikhtiar dan terus kita jaga. Maka saya pasang iklan di surat kabar untuk merekrut karyawan baru. 

Apa yang terjadi kemudian? Allah tunaikan janjinya siapa yang berusaha maka akan menuai hasilnya, perusahaan interior saya setelah rekrutment karyawan baru kebanjiran order dan alhamdulilah para karyawan baru tersebut sangat loyal dan  saat ini menjadi andalan team Design dan matketing kami. 
Maka sabahatku semua, yakinlah Allah maha tahu kapan kita layak dan pantas menuai hasil atas doa yang kita panjatkan dan ikhtiar yang kita lakukan

Jangan Pernah Gengsi Mengerjakan Pekerjaan Baik Apapun
Siapkan diri dan jangan kaget bila suatu saat bila kita jadi entrepreneurs harus mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang di anggap rendah oleh orang awam padahal menurut saya pekerjaan inilah "mata kuliah" paling hebat yang tidak di ajarkan di sekolah atau kampus karena kita sebagai entrepreneurs apalagi pemula harus memiliki multi skilled yang dipaksa harus siap dan bisa mengerjakan pekerjaan apapun dari bisnis yang kita bangun. Sebagai ilustrasi saya ceritakan pegalaman pribadi sebagai berikut:
Beberapa tahun yang lalu saya menyewa sebuah Ruko di Bandung yang akan saya jadikan showroom dan kantor pusat design dan marketing produk interior. Karena uang habis untuk menyewa, membuat show unit dan membeli peralatan kantor, maka selama + 6 bulan saya sebagai Owner dan CEO Sherish Interior merangkap jabatan menjadi:
  • Security yang menjaga keamanan kantor. 
  • Office Boy yang membuka tutup gerbang ruko dan membersihkan kantor. 
  • Mekanikal yang merangkai instaslasi kabel, menyeting komputer dan peralatan kantor untuk para karyawan saya nanti.
  • Konsultan Management yang menyusun SOP operasional perusahaan, 
  • HRD yang mengetes dan merekrut sendiri karyawan.
  • Manajer Investasi yang melobi bank dan para investor untuk mau memberikan modal pinjaman.
  • Designer Grafis yang nongkrong di tukang cetakan untuk membuat brosur.
  • Marketing dan sales yang menawarkan dan membagikan brosur produk dan jasa kepada para calon konsumen baik secara langsung maupun on line.
  • Designer Interior dadakan, dengan bekal skill menggambar pemandangan saat di SD-SMP ditambah katalog majalah mebelair, maka jadilah rancangan kitchen set yang memuaskan konsumen, heheheheh.... (Terima kasih dan mohon maaf yth. para konsumen Sherish Interior yang awal-awal dulu saya layani dengan kertas dan pinsil, insya Allah anda adalah pahlawan kami).
  • Tukang service dadakan saat ada produk pertama kita yang rusak, dengan sedikit belajar dari tukang, maka bismillah pekerjaan perbaikan sofa, engsel pintu lemari atau membersihkan kotoran mampet di saluran pembuangan air kotor kitchen set, dengan penuh perjuangan dan keringat alhamdulillah bisa selesai dan hasilnyapun tidak kalah oleh tukang professional hahahahaha....
Demikian yang dapat saya sharing, semoga tulisan sederhana ini dapat menjadi gambaran dan acuan bagi para calon entrepreneurs untuk menapaki jalan menuju kesuksesan sahabat masing-masing.

Barokallah sukses, salam semangat

To be continued Excellent Entrepreneurs Bag-6


Hormat Saya


Budi Cahyadi

Wednesday, January 2, 2013

EXCELLENT ENTREPRENEURS BAG-5

Bismillah..... kita lanjutkan materi Excellent Entrepreneurs Bagian ke-5, melanjutkan bahasan tentang Pondasi yang harus dimiliki seorang Excellent Entrepreneurs, yaitu Pondasi pertama adalah Keyakinan, Pondasi kedua adalah Kejujuran, maka pondasi ketiga  adalah:

MENTAL PATRIOT ( PEJUANG)
Dalam mengapai sukses, seorang Entrepreneurs harus mengalami step by step proses membuka dan membangun jalan suksesnya sendiri. Sukses seorang entrepreneurs tidak lah dicapai dengan cepat, mudah dan instant seperti pesulap, tapi melalui proses yang panjang dan melelahkan. Memang saat ini banyak sekali training dan pelatihan menjadi entrepreneurs yang menawarkan jalan dan waktu yang singkat untuk sukses, dan saya menghargai ikhtiar tersebut, tapi mental pejuang seorang entrepreneur akan terlaltih seiring dengan waktu, pengalaman, kesulitan, komplain, kritik,  hinaan, diragukan orang bahkan kerugian waktu dan materi. Mental Pejuang tidak dapat dibangun dalam waktu singkat dan tidak semua orang dapat langsung tegak berdiri kembali saat jatuh apalagi saat hartanya hilang karena kerugian atau tertipu.

Seorang entrepreneurs haruslah memiliki sifat-sifat dibawah ini yang wajib disiapkan dan dilatih karena akan kita temui dan alami di lapangan saat kita memutuskan berbisnis atau menjadi entrepreneurs. Saya berikan ilustrasi dengan cerita di bawah ini.

Dua orang anak desa sebutlah namanya Ahmad dan Agus bersemangat membuka usaha ternak ayam, kebetulan keduanya mendapat undangan pelatihan budi daya tenak ayam dari Dinas Peternakan setempat. Dengan modal lahan dan sedikit simpanan, mereka membangun kandang dan mulai beternak sesuai hasil pelatihan. Setelah + 2 bulan masuk masa panen, apa yang terjadi? lebih dari 70% ayam keduanya sebagian besar mati atau pertumbuhannya tidak sesuai harapan, kerugianpun mereka alami. 

Ahmad berfikir keras lalu datangi Dinas Peternakan dan peternak lain yang sudah sukses untuk mempelajari kenapa usaha pertamanya gagal, lalu dengan kesungguhan, dana hasil penjualan ayam hasil panen gagal pertama, Ahmad mulai menanam bibit ayam lagi, sedangkan Agus menjual kandang dan panen ayam gagal tersebut lalu mengganti usaha jadi beternak ikan Lele yang katanya lebih kuat dari ayam yang rentan kematian. Apa yang terjadi?

Panen kedua 40% ayam Ahmad mati atau pertumbuhannya tidak sesuai harapan, walau kerugian tidak sebesar tanam pertama, hasil panen pun hanya cukup untuk masa tanam baru dan pemeliharaan kandang. Tanpa putus asa ahmad datangi kembali Dinas Peternakan dan peternak lain yang sukses, Ahmad lakukan evaluasi secara detail kenapa kematian ayamnya masih tinggi dan bobot panen belum sesuai harapan. Dari hasil evaluasi tersebut Ahmad nekat menanam lagi ayam untuk ketiga kalinya. 

Lalu apa yang terjadi dengan panen Lele milik Agus?
Panen pertama Lele milik agus ternyata tidak sesuai harapan, lebih dari 60% Lele hilang atau pertumbuhan bobotnya lambat, Agus pun sedikit frustasi, tapi semangat usaha masih ada, maka hasil panen Lele pun ia rubah jadi kandang Bebek karena ia mendapat informasi kuliner Bebek di kota permintannya sangat tinggi dan harganya mahal, maka dengan sisa uang yang ada Agus mulai beternak Bebek.

Apa yang terjadi selanjutnya?
Panen ketiga Ayam milik Ahmad sukses dengan kematian hanya sebesar 5% dan pertumbuhan bobot yang maksimal, sehingga Ahmad mendapat keuntungan yang sangat besar bahkan seluruh kerugian sebelumnya dapat tertutupi dengan hasil panen tersebut, dengan penuh semangat Ahmad besarkan usahanya dengan menambah kandang lalu membuka link penjualan sehingga harga jual lebih baik daripada dibeli tengkulak, singkat cerita Ahmad mulai menapaki kesuksesan menjadi pengusaha Ayam dan mulai melebarkan bisnis dengan beternak bebek, Ikan dan budi daya sayuran sesuai minat Ahmad di bidang Agrobisnis.

Seperti sudah diperkirakan panen perdana Bebek milik Agus gagal total dan kerugianpun tidak bisa dihindari, maka Agus kapok menjadi pengusaha dan memilih menjual lahannya untuk dibelikan motor kemudian menarik ojek di kampungnya.

Sahabatku calon-calon entrepreneurs, berikut pelajaran yang dapat diambil dari cerita diatas:


FOCUS
Kita harus benar-benar focus dalam menjalankan bisnis yang kita bangun, jangan mudah menyerah dan mudah tergoda untuk merubah bidang usaha yang sudah sulit dan lelah kita  bangun, karena semakin sering kita merubah bidang bisnis, sama saja anda membuang modal, baik modal uang ataupun modal waktu yang sangat bernilai dan kita tidak belajar dari kegagalan. Sebagai entrepreneurs kita "dipaksa" harus menyukai bidang usaha kita dan "dipaksa belajar" karena kegagalan adalah sarana terbaik untuk belajar berbuat lebih baik lagi. 

Saya teringat + tahun 2008 saat masih bekerja di bank dan mempunyai "side job"  workshop mebelair yang dirintis sejak tahun 2003, kerugian dan kesulitan kita alami karena memang saya kurang focus mengelola "side job" tersebut. Istri saya menyarankan workshop di tutup saja supaya tidak mengganggu keuangan "dapur" dan waktu liburan bersama keluarga yang selalu tersedot untuk ngurus dan mensubsidi modal dan kerugian workshop mebelair "mainan" saya tersebut, bahkan cicilan ke bank untuk lahan dan bangunan workhsop benar-benar menyulitkan istri saya mengatur keuangan rumah tangga kami.  
Saya katakan  "Istriku sayang, apa kita mau bisnis yang sudah 4 tahun lebih kita bangun dengan kesulitan, kelelahan, rugi waktu dan  materi ini kita tutup, padahal setelah Allah berjanji "setelah kesulitan pasti ada kemudahan" dan setelah "kesulitan pasti datang kemudahan". 
Apakah kita mau kesulitan dan kerugian kita alami dan sebelum kemudahan dan kesuksesan datang bisnis mebelair ini kita tutup? Alhamdulillah kami bertahan dan Allah penuhi janjinya tahun 2010 selepas saya resign dari bank dan FOCUS berbisnis di bidang mebelair dan interior, Allah buka seluas-luasnya rizki dan kemudahan dari bisnis ini, pribahasa Arab yang populer saat ini "Man Jadda Wa Jadda" (siapa bersungguh-sungguh akan menuai sukses) benar-benar saya alami.

Banyak calon entrepreneurs berguguran di fase ini karena mudah menyerah atau tergoda bisnis lain, pada umumnya dikarenakan mental instan ingin cepat sukses, menghasilkan uang banyak, malas dan tidak ingin lelah, maka walau saat ini jutaan calon pengusaha bermunculan bahkan lulusan dari sekolah/training-training entrepreneurs yang top dan mahal, tapi hanya segelintir saja yang akan sukses karena berguguran oleh seleksi alamiah yang disebut dengan "UNFOCUS, KELELAHAN, KERUGIAN dan KETIDAKSABARAN", maka wajar dari 250 juta penduduk Indonesia baru sekitar 1% saja yang tercatat sebagai pengusaha. Ayo... sahabat mulai dari sekarang focuslah dan jangan mudah menyerah........


RAJIN & MILITAN
Kembali ke cerita Ahmad dan Agus diatas, Ahmad memaksa dirinya untuk rajin dan militan, tanpa lelah walau kegagalan terus menerpa tapi memaksa Ahmad mendatangi Dinas Peternakan, bukan meminta pertanggung jawaban atas kerugian, tapi meminta nasihat dan menimba ilmu, karena Ahmad sadar ia adalah pemula sebagai peternak ayam. Ahmad pun tidak sungkan belajar kepada peternak lain yang lebih dulu sukses, setiap pengalaman orang lain adalah ilmu yang tidak ternilai harganya, dengan tekun Ahmad amati dan dengarkan nasihat para pakar, lalu evaluasi kemudian riset untuk perencanaan tanam selanjutnya yang lebih baik.

Saya ceritakan pengalaman pribadi membangun bisnis Sherish Interior dan mebelair, tahun 2003 saat masih bekerja, tiap liburan saya sangat menikmati nongkrong di workshop mebel milik siapa saja, saya pelajari seluruh material, saya pelajari teknik-teknik pertukangan dan finishing, saya tanyakan suppplier bahan baku, hoby shoping saya habiskan di pusat perkulakan bahan bangunan dan mebelair di kota Bandung sampai istri saya senewen karena hoby shoping alamiah perempuan yaitu fashion tidak terpuaskan, tapi sekarang istri saya adalah Quality Control dan Purchasing paling hebat untuk urusan seleksi model-model peralatan dan aksesoris mebelair terbaru hahahaha.....

Hasilnya alhamdulillah walau sampai saat ini saya tidak bisa mendesign, membuat meja atau lemari, tapi saya faham bagaimana menggunakan gergaji, bor dan peralatan lainnya yang baik, sehingga saya bisa menjelaskan dengan panjang lebar proses produksi sebuah kitchen set mulai dari proses design, material yang digunakan sampai proses finishing dan pemasangan, yang sekarang saya ajarkan dan menjadi standard product knowledge bagi setiap calon karyawan Sherish Interior.

Selain belajar dan faham mengenai proses bisnis interior dan mebelair, saya bisa merekrut dan menggerakan Designer Interior, Marketing, Para Tukang Kayu, Tukang Finishing, Purchasing, Engenering, Akunting sampai membangun software untuk usaha ini sehingga operasional perusahaan berjalan untuk menggapai visi dan misi bisnis yang kita cita-citakan.

Sahabat!.... maksimalkan ikhtiar kita, tahanlah segala bentuk kesulitan dan kelelahan, berbahagialah saat menemukan jalan yang menanjak karena setelah jalan menanjak pasti akan menemukan puncak lalu akhirnya jalan menurun yang meringankan.

To be continued...........

Salam Semangat, semoga bermanfaat hormat saya


Budi Cahyadi

Thursday, September 13, 2012

EXCELLENT ENTREPRENEURS (Bag-4)

Bismillah..... kita lanjutkan materi Excellent Entrepreneurs Bagian ke-4, masih melanjutkan bahasan tentang Pondasi yang harus dimiliki seorang Excellent Entrepreneurs, bila di bagian ke-3 Pondasi pertama adalah Keyakinan atau Iman kepada Allah, maka pondasi kedua yang wajib dimiliki seorang Excellent Entrepreneurs adalah:

PONDASI KEJUJURAN
Kejujuran adalah barang langka di zaman ini, kita hidup di zaman dimana materi menjadi tolok ukur utama, maka tidak heran mayoritas manusia tidak terkecuali muslim berlomba-lomba mendapatkan materi untuk mencukupkan kebutuhan dan memuaskan nafsu duniawinya. Materi di jaman ini lebih berharga di banding nyawa sekalipun, tiap hari kita lihat berita di media orang tega membunuh demi pecahan receh, bahkan seorang anak tega membunuh orang tuanya karena tidak dipenuhi permintaan materinya, naudzubillah.....

Nafsu akan materi ini pula yang menyuburkan korupsi dan suap di negeri kaya seperti Indonesia ini, seluruh lini kehidupan kita sudah terkontaminasi korupsi, suap menyuap sudah mendarah daging, menjadi habit dan hal lumrah yang tidak perlu di komentari dan tanpa malu kita lakukan, hukuman yang ringan bagi koruptor tidak sebanding dengan kerugian negara membuat masyarakat menjadi tidak takut dan tidak malu melakukan korupsi, para hakim, penegak hukum dan pejabat yang  korup menjadi menjadi contoh ideal menjadikan masyarakat tidak merasa perlu mengikuti aturan hukum, maka semakin semerawutlah kehidupan di negara ini.

Bagaimana sikap dan prilaku yang harus dimiliki seorang Excellent Entrepreneurs dalam menjalankan bisnis di era hedonisme, materialistik dan sistem yang korup saat ini? beprilakulah "aneh dan menyimpang dari hedonis, materialistik dan korup dengan ikhtiar untuk hidup dan berbisnis JUJUR SECARA TOTAL".

Apakah saya sudah total menjalankan bisnis? jawaban jujur saya BELUM tapi saya terus bertekad dan ikhtiar berbisnis dengan jujur secara total. Dengan beristigfar saya paparkan praktek-praktek buruk bisnis saya yang masih tidak jujur dan alasan kenapa saya terpaksa melakukannya, semoga Allah memberi hidayah dan mengampuni kami dan pihak-pihak yang berinteraksi dengan kami atas prilaku suap menyuap yang ancamannya api neraka tersebut dibawah ini:
  • Saat saya memohon surat izin domisili perusahaan dan KTP di kantor kecamatan saya memberi "hadiah" sebesar Rp.20 ribu kepada petugas yang meminta pungli atas pembuatan surat tersebut padahal dalam aturan tidak dipungut biaya sama sekali.
  • Saat saya melakukan pengukuran untuk pekerjaan interior apartment di Sudirman P*** Jakarta, mobil team kami parkir di depan ruko kosong yang tidak ada tanda dilarang parkir sehingga kami beranggapan boleh parkir di tempat tersebut, saat pekerjaan pengukuran dan survey selesai kami mendapati roda ban depan mobil kami di gembok. Kepada petugas security kami memohon maaf atas kesalahan tidak sengaja karena ketidaktahuan kami yang membuat kami harus membuat surat pernyataan bermeterai dan ganti rugi. Surat peryataan dan ganti rugi tidak masalah buat kami, yang menjadi masalah adalah kami harus menunggu sampai besok pagi karena kantor yang mengurus surat-surat tersebut sudah tutup, dengan sangat berat hati setelah memohon-mohon untuk dimaafkan, kami terpaksa memberi "hadiah" kepada petugas security yang membuka gembok mobilnya. 
  • Staf bagian keuangan perusahaan saya senantiasa mendapati tansaksi tanpa bukti kuitansi atau bon untuk pengeluaran-pengeluaran seperti "hadiah" kepada satpam yang "usil" menahan mobiliisasi barang saat team interor atau kontruksi melakukan pemasangan di apartment atau komplek perumahan yang dijaga security karena bila tidak di beri "hadiah" maka banyak pekerjaan kami yang terhambat. 
Semoga kejadian-kejadian sebaliknya di bawah ini bisa menjadi penghapus dosa-dosa atas prilaku suap yang buruk dari kami diatas, sebagai berikut:
  • Setelah di bayar sangat murah oleh instasi pemerintah atas ide, konsep bisnis dan arsitektural design Revitalisasi sebuah Mall tua di Bandung, saya di berikan "balas budi" oleh instasi tersebut untuk sekaligus menjadi kontraktor atas pekerjaan fisik renovasi bangunannya tapi dengan syarat saya mark up harga untuk diberikan kepada panitia lelang yang "merekayasa" supaya perusahaan saya memenangkan tender proyek bernilai miliayaran tersebut. Tanpa berpikir dua kali, saya "Talak Tiga" tawaran api neraka tersebut.
  • Tahun 2011 kami mengajukan dua permohonan perizinan dan legalitas usaha perusahaan baru saya, kami diminta "pungli" oleh oknum petugas perizinan terpadu, tapi kami tolak sehingga perizinan tersebut sampai saat ini tidak keluar atau belum selesai. Saya yakinkan diri dan team perusahaan bahwa rizki Allah tidak akan tertukar atau berkurang walau kita berbisnis tanpa izin manusia, karena izin/Ridho Allah yang paling penting, alhamdulillah ikhtiar cerdas kami lakukan dengan mengakuisisi perusahaan pasif yang izinnya masih berlaku.
  • Awal tahun 2012 perusahaan interior saya mendapat penawaran menggiurkan untuk mendesign dan membangun interior 100 ruang karaoke di Surabaya dan hotel karaoke 4 lantai di Subang Jawa Barat yang nilainya tidak kurang dari enam milyard, saya katakan oke ke team marketing bila konsepnya family karaoke, tapi ternyata client meminta adanya bar yang menjual minuman keras bahkan ruang untuk tamu karaoke memilih "wanita pemandu lagu". Naudzubillah tanpa ragu saya tutup mata untuk project-project seperti itu walau client marah besar dan team marketing kami terlihat sedikit kecewa, tidak masalah karena saya lebih takut bila Allah yang marah dan kecewa kepada kami.
  • Seiring meningkatnya bisnis interior dan property, perusahaan saya banyak merekrut tukang kayu dan bangunan yang masih membawa kebiasaan lama sebelumnya yaitu "kreatifitas rekayasa material" untuk menjadikan biaya produksi lebih murah. Alhamdulillah saya senantiasa keliling inspeksi ke workshop dan lokasi proyek untuk memastikan "kreatifitas buruk" tersebut tidak diteruskan di perusahaan saya. Saya breifingkan dan saya jelaskan bahwa pesanan konsumen dengan harga dan spesifikasi materialnya yang telah di sepakati adalah amanah yang harus dijaga dan di laksanakan, sehingga bila kita mengurangi spesifikasi baik kuantitas maupun kualitas material atau pekerjaaan lainnya maka menurut saya sama saja dengan MENCURI atau KORUPSI.
  • Dalam sejarah saya di tilang polisi bila saya melanggar lalu lintas, saya memilih di sidang di pengadilan dari pada harus menyuap petugas walau dengan alasan "sidang di tempat".
Sahabat yang di rahmati Allah, kita memiliki teladan yang teramat sempurna untuk di jadikan standar mental dan prilaku seorang Excellent Entrepreneurs yaitu nabi Muhammad Rosulullah SAW. Berikut saya berikan beberapa contoh sempurnanya mental dan ahlaq beliau untuk pondasi seorang Excellent Entrepreneurs:
  • Di usia teramat muda Muhammad kecil digelari Al Amin atas sempurnanya kejujuran beliau, sehingga tidak heran usia belasan tahun beliau sudah di ajak menjadi mitra dagang ke luar negeri oleh pamannya seorang saudagar pedagang besar.
  • Kejujuran dan kepiawaian Muhammad muda menarik seorang pengusaha wanita paling kaya di kota Mekah meminta beliau menjadi CEO Khadijah Trading Corporation untuk menjalankan bisnis perdagangan yang membawa berkah sukses dan keuntungan yang sangat berlimpah, yang akhirnya menarik hati Khadijah menjadi istri nabi Muhammad SAW.
  • Dalam setiap menjalankan bisnis perdagangannya, Muhammad muda senantiasa menjadikan jujur, terbuka dan persaudaraan sebagai dasar transaksi dengan setiap customer, sehingga customer mendapat produk terbaik, harga terbaik dan keihklasan yang menjadi dasar Allah datangkan  barokah atas transaksi tersebut. 
  • Muhammad sebagai pengusaha mengutamakan kepentingan dan kepuasan konsumen, banyak sekali riwayat yang menyebutkan Muhammad muda menjelaskan spesifikasi barang bila ada yang rusak atau cacat, yang berbeda dengan umumnya pengusaha jaman sekarang yang cenderung menyembunyikan kejelekan atas produk yang di jualnya.
Karena kejujurannya itulah beliau terlihat BERBEDA dibanding pedagang pada umumnya, maka tidak heran Muhammad muda dan para sahabat yang berahlaq mengikuti beliau menjadi pedagang paling sukses pada zamannya sebut saja Utsman bin Affan atau Abdurahman bin 'Auf yang telah saya ceritakan dalam bagian sebelumnya. 
Berbeda dengan pengusaha pada umumnya yang mementingkan kepentingan dan keuntungan diri sendiri, menjadikan beliau sebagai magnet yang dicari para customer dan investor yang ingin bertransaksi dan bermitra bisnis dengan pengusaha yang JUJUR.

Sahabat Excellent Entrepreneurs yang di rahmati Allah, mari mulai dari saat ini paksa dan latihlah diri ini untuk senantiasa jujur dalam segala aspek kehidupan terutama bisnis yang akan kita bangun atau yang sudah kita jalankan. Jadilah berbeda dengan menjadi Pengusaha yang Jujur dan Amanah, pengusaha yang jujur dan amanah di era hedonisme, materialistik dan korup saat ini menjadi barang langka yang di idamkan, sehingga kita akan menjadi magnet bari customer yang ingin bertransaksi dengan kita dan investor yang ingin menjadi mitra bisnis kita. 
Sulit dan berat memang menjadi pengusaha yang Jujur dan Amanah di zaman ini ibarat memagang bara api di tangan kita, tapi tahanlah walau dirasa berat dan panas, insya Allah pertolongan Allah dan kesuksesan hakiki untuk pengusaha jujur seperti sahabat Excellent Entrepreneurs semua hanya tinggal menunggu waktu.

Wallahualam bishowab.

To be continued EXCELLENT ENTREPRENEURS (Bag-5).

Salam Semangat, barokallah sukses untuk sahabat semua....
Hormat Saya

Budi Cahyadi

Tuesday, September 11, 2012

EXCELLENT ENTREPRENEURS (Bag-3)

Bismillahirrahmanirrahim....
Kita lanjutkan step by step bagaimana membangun diri kita menjadi seorang Excellent Entrepreneurs Bagian ke-3. Seperti foto yang saya upload sebagai simbol dari materi kali ini adalah aktivitas pembuatan pondasi High Risk Building yaitu pondasi paku bumi khusus untuk menopang bangungan-bangunan bertingkat yang berisiko tinggi sehingga dapat dibangun dan aman saat nanti digunakan.
Begitu juga seorang Excellent Entrepreneurs haruslah memiliki pondasi yang sangat kuat untuk menopang struktur aktivitas dirinya dan bisnisnya. Pondasi apa yang harus dibangun seorang Entrepreneurs sehingga memiliki keyakinan, sikap, mental dan attitude yang Excellent dalam aktivitas pribadi dan bisnisnya untuk ikhtiar menapaki kesuksesan diri, keluarga dan bisnisnya yang membawa kemanfaatan bagi ummat (masyarakat).

PONDASI KEYAKINAN ADALAH IMAN
Keyakinan adalah dasar dari segala aktivitas seorang Entrepreneurs, keyakinanlah yang memandu dalam menggapai mimpi suksesnya, keyakinanlah sumber inner spirit yang mendorong Entrepreneurs push the limit keluarkan kemampuan ikhtiar terbaiknya. Apa itu keyakinan? keyakinan adalah IMAN KEPADA ALLAH sang pencipta, maha mengatur segala urusan langit dan bumi, sumber pemberi rizki, Approval Proposal Bisnis yang kita ajukan, bila Allah telah mengapprove proposal bisnis yang kita ajukan, sangatlah mudah bagiNYA menjadikan diri kita menjadi seorang Konglomerat sekalipun.
Keyakinan atau Iman kepada Allah inilah yang WAJIB dimiliki seorang Excellent Entrepreneurs yang menggantungkan segala harapan kepada sang pemberi dan pengatur rizkinya, seperti tulisan saya dalam Excellent Entrepreneurs Bag-2 semakin kita dekat dengan Allah Sang Penolong dan Pemberi Rizki maka pertolongan dan Rizki dari Allah kepada kita semakin dekat.

Bagunlah Keyakinan/Iman kepada Allah ini dengan ibadah yang benar dan konsisten, yaitu:
  • Jaga shalat lima waktu kita tepat waktu dan berjamaah di mesjid terutama shalat subuh.
  • Tambahkan shalat sunnat yang di contohkan Rosulullah seperti dua rakaat sebelum subuh, dua rakaat sebelum dan sesudah Dzuhur dan dua rakaat setelah Magrib dan Isya (Shalat sunnat rawatid)
  • Paksakan diri membaca Al Quran walau hanya beberapa ayat yang penting konsisten.
  • Bila shalat wajib dan sunah rawatid konsisten terjaga, tambahkan shalat Dhuha yang sering disebut shalatnya pengusaha karena banyaknya fadhilah (keutamaan dalam urusan duniawi).
  • Latihlah puncaknya shalat sunnat yaitu shalat malam/Tahajud/Qiyamul Lail, cukup dua rakaat dan satu rakaat witir (shalat penutup) latihlah dengan konsisten.
Rasakan perbedaan dari waktu ke waktu bila kita konsisten melatih dan membangun kedekatan dengan Allah tersebut, karena Allah Manager Hidup kita, Allahlah yang mengatur urusan kita di dunia, saya berikan gambaran berdasarkan pengalaman pribadi sebagai berikut:


"Saat saya masih bekerja, maka perusahaan tempat saya bekerja yang mengatur gaji saya, walau sumber gaji dari Allah tapi perantara dan intervensi perusahaan sangatlah dominan, maka wajar bila saya harus bekerja dengan sangat baik untuk mencapai kinerja yang achiev sehingga perusahaan memberi penghargaan berupa salary yang pantas. Sedangkan sekarang setelah saya menjadi pengusaha, saya tidak memiliki perantara lagi, hubungan saya langsung dengan pemberi dan pengatur rizki, doa saya memohon rizki tanpa intervensi perusahaan tapi direct ke OWNER segala macam kekayaan di langit dan bumi, maka alangkah bodohnya bila saya malah menjauh dari Alah."

Contoh lain, saya selalu terinspirasi dari binatang-binatang lemah seperti anak ayam, cacing dan lain-lain, makluk seperti anak ayam dan cacing yang akal dan fisiknya terbatas tidak sempurna seperti manusia tidak pernah strees takut tidak dapat makanan (Rizki), tapi yakin Allah pasti memberi mereka Rizki setiap mahluk ciptaanya asal mereka memanfaatkan potensi yang Allah berkahi seperti patuk pada ayam atau alat hisap pada cacing untuk mencari makanan, maka saya yakin saja kepada Allah akan memberi saya rizki asal saya memanfaatkan potensi akal dan fisik sempurna yang Allah berkahi kepada saya untuk meraih rizkiNya, tapi kenapa banyak manusia yang stress karena tidak punya kerja atau kesulitan berbisnis? Saya selalu berguman "masa kita mau kalah sama anak ayam"

Pondasi Iman juga yang akan menjaga bisnis kita dalam trek yang Allah inginkan untuk mendatangkan Ridho dan menjaga kerberkahNya yaitu dengan senantiasa menjaga niat bisnis untuk mencari nafkah yang halal dan thoyib, maka tidak mungkin seorang  Excellent Entrepreneurs berbisnis produk yang haram dan membahayakan diri sendiri dan orang lain serta menjalankan bisnis jauh dari cara-cara yang buruk dan merugikan pihak lain seperti korupsi, suap menyuap, mendzalimi mitra bisnis dan karyawan.

Pondasi Iman juga akan menjaga seorang Excellent Entrepreneurs sabar dan tahan banting menghadapi segala ujian yang Allah hadapkan padanya, Allah sangat sayang kapada penyabar dan senang melihatnya konsisten menjaga iman dan ibadahnya walau ujian kesulitan begitu berat menerpanya. Kenapa kadang ujian dari Allah kepada orang beriman yang sabar lebih berat? karena Allah ingin suatu saat bila orang beriman yang sabar tersebut lepas dari ujian kesulitan dan mulai menapaki kesuksesan, maka godaan kesuksesan dan materi keduniawian yang melenakan tidak berpengaruh terhadap kualitas iman dan ibadahnya yang sudah terlatih, karena banyak yang lulus ujian saat kesulitan tapi tidak lulus saat berada di puncak kesuksesan.

Jagalah Keyakinan sukses anda 100% karena insya Allah, Allah akan mengantar sukses sesuai keyakinan/keimanan kita, dengan keyakinan 100% akan menstimulus hati, otak dan fisik anda mengeluarkan 100% kemampuan terbaiknya untuk step by step hadapi segala ujian, kesulitan dan ikhtiar menuju sukses. Bila iman/keyakinan sukses anda kurang dari 100% misalnya hanya 50% bahkan kurang, maka Allah pun akan antarkan sukses anda sebesar keyakinan anda dan hati, otak dan fisik anda hanya akan mengeluarkan stimulus ikhtiar sebesar keyakinan kita.

To be continued EXCELLENT ENTREPRENEURS Bag-4

Salam Semangat, barokallah sukses untuk sahabat semua...

Hormat Saya

Budi Cahyadi

Sunday, September 9, 2012

EXCELLENT ENTREPRENEURS (Bag-2)

Bismillahirrahmanirrahim...... step by step bagaimana menjadi Entrepreneurs kita lanjutkan bagian ke-2. Kenapa saya tambahkan kata "Excellent"? sesungguhnya dalam konsep Islam, seorang Entrepreneurs/Pengusaha/ Pedagang adalah golongan yang sangat Allah muliakan dan senantiasa Rosulullah SAW agungkan, karena begitu pentingnya peran mereka dalam perjuangan Islam dan mensejahterakan ummat. Saya ceritakan dua riwayat sahabat Rosulullah SAW yang dikenal sebagai Entrepreneurs sukses di jaman tersebut sebagai berikut: 

Kisah Utsman bin Affan
Setelah kaum muslimin hijrah dari Mekah ke Madinah, mereka kembali mendapatkan kesulitan. Ternyata sumber air utama di kota itu berupa sumur yang telah dimonopoli oleh pemiliknya yakni seorang Yahudi untuk dijual dengan harga tinggi.
Hal ini membuat kaum muslimin mengalami kesulitan, karena di Madinah tidak terdapat sungai dan jauh dari sumber air, maka sumur itu menjadi salah satu sumber kehidupan yang sangat penting. Kemudian Rasulullah SAW menyerukan kepada para sahabat agar ada yang bersedia membeli sumur itu untuk dipergunakan bagi kepentingan ummat. Utsman bin Affan sebagai seorang Pengusaha sukses di Mekkah tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, beliau menyambut seruan Rasulullah dengan mendatangi tempat Yahudi pemilik sumur. Awalnya Yahudi itu mematok harga sumur tersebut 20.000 dirham (+Rp. 1.455.400.000  kurs tanggal 10 September 2012 Rp. 72.770/dirham).


Namun, karena yang membeli seorang muslim, dia ingin memperoleh keuntungan yang sangat besar dari sumur tersebut, si Yahudi bergeming tidak ingin menjual sumurnya. Utsman tak kalah cerdik, demi kepentingan ummat Islam, beliau melakukan negosiasi, beliau bersedia membayar 60% dari harga yang ditetapkan, dan sumur itu digunakan bergantian, sehari jatah si Yahudi menjual air sumur, sehari kemudian milik Utsman menjual air sumur. Tentu saja Yahudi itu setuju, karena dia berpikir akan menerima keuntungan berlipat ganda.

Pada giliran hak Utsman, maka umat muslim diperbolehkan mengambil air gratis bahkan dihimbau mengambil air sebanyak-banyaknya yang cukup untuk dua hari. Maka ketika tiba giliran hak Yahudi, tidak satupun orang yang membeli air. Si Yahudi merasa sangat rugi karena tidak ada lagi yang membeli airnya, maka akhirnya dijual sisa haknya atas sumur itu kepada Utsman dengan harga 8.000 dirham. Sejak saat itu sumur tersebut dapat dimanfaatkan dengan mudah bagi siapa saja, termasuk si Yahudi tadi secara gratis Allahu Akbar.....



Abdurahman bin Auf
Pada suatu hari, di kota Madinah terlihat debu tebal mengepul ke udara, datang dari tempat ketinggian di pinggir kota. Orang banyak menyangkanya ada angin ribut yang menyapu dan menerbangkan pasir. Tetapi kemudian dari balik tirai debu itu segera mereka dengar suara hiruk pikuk, yang memberi tahu tibanya suatu iringan kafilah dagang besar yang panjang.
Tidak lama kemudian, sampailah 700 kendaraan yang sarat dengan muatannya memenuhi jalan-jalan kota Madinah dan menyibukkannya. Orang banyak saling memanggil dan menghimbau menyaksikan keramaian ini serta turut bergembira dan bersuka-cita dengan datangnya harta dan rizqi yang dibawa kafilah itu. Kafilah tersebut adalah Abdurahman bin 'Auf ra. seorang pengusaha sukses yang ahli ibadah sahabat generasi awal yang bersyahadat kepada Allah dan Rosullnya
Ummul Mu’minin Aisyah r.a. demi mendengar suara hiruk pikuk itu ia bertanya: “Apakah yang telah terjadi di kota Madinah…..?” Mendapat jawaban, bahwa kafilah Abdurrahman bin ‘Auf baru datang dari Svam membawa barang-barang dagangannya . .. Kata Ummul Mu’minin berkata:“Kafilah yang telah menyebabkan semua kesibukan ini?” “Benar, ya Ummal Mu’minin … karena ada 700 kendaraan……  
Ummul Mu’minin menggeleng-gelengkan kepalanya, sembari melayangkan pandangnya jauh menembus, seolah-olah hendak mengingat-ingat kejadian yang pernah dilihat atau ucapan yang pernah didengarnya. Kemudian katanya: 
Ingat, aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Kulihat Abdurrahman bin’Auf masuk surga dengan perlahan-lahan!”
Abdurrahman bin ‘Auf ra. masuk surga dengan perlahan-lahan… ? Kenapa ia tidak memasukinya dengan melompat atau berlari kencang bersama angkatan pertama para shahabat Rasul.. ? Sebagian sahabat menyampaikan cerita Aisyah ra  kepadanya, maka ia pun teringat pernah mendengar Nabi saw bersabda demikian lebih dari satu kali dengan susunan kata yang berbeda-beda. 
Dan sebelum tali-temali perniagaannya dilepaskan, beliau melangkah ke rumah Aisyah ra. dan berkata kepadanya:
Anda telah mengingatkanku suatu Hadits yang tak pernah kulupakan….”. Kemudian ulasnya lagi: “Dengan ini aku mengharap dengan sangat agar anda menjadi saksi, bahwa kafilah ini dengan semua muatannya berikut kendaraan dan perlengkapannya, ku persembahkan di jalan Allah ‘azza wajalla…..!” Dan di bagikanlah seluruh muatan 700 kendaraan itu untuk kesejahteraan ummat. Allahu Akbar.....

Sahabat yang di rahmati Allah, dua kisah teladan tersebut menunjukan kesempurnaan Iman dan Ahlaq seorang pengusaha muslim yang bertransaksi dengan Allah dan menjadikan bisnisnya sebagai perwujudan iman dan taqwa kepada Allah, menjadikan harta hasil usahanya sebagian besar untuk perjuangan tegaknya Islam dan kesejahteraan ummat sehingga menginspirasi siapa saja termasuk saya untuk ber cita-cita, berikhtiar dan mengajak sahabat semua yang ikut Kelas Bisnis atau membaca materi ini untuk menjadi:
EXCELLENT ETREPRENEURS, yang BERBISNIS DENGAN IMAN SEBAGAI PONDASINYA, TAQWA SEBAGAI STRATEGI BISNISNYA DAN PROFIT BISNISNYA MENJADI BERKAH BAGI UMMAT.....karena manusia terbaik adalah manusia yang paling bermanfaat untuk orang lain.....
To be continued ke EXCELLENT ENTREPRENEURS Bag-3

Wallahualam bishowab

Salam semangat, barokallah sukses untuk sahabat semua....
Hormat Saya

Budi Cahyadi

Thursday, September 6, 2012

EXCELLENT ENTREPRENEURS (Bag-1)

Bagian Pertama dalam Kelas Bisnis adalah step by step membangun diri menjadi seorang Entepreneurs atau Pengusaha atau sering disebut Businessman bahkan Pedagang, saya tidak ingin menjadikan istilah Entrepreneurs atau Pengusaha lebih terhormat dari istilah Pedagang, semua  sama sebagai wirausahawan, kitalah sendiri yang sering mengkotak-kotakan istilah atau terpengaruh istilah asing. Mulai sekarang mari kita pandang semua profesi wirausahawan bidang apapun  adalah Entrepreneurs.

NIAT adalah pangkal dari segala aktivitas yang kita lakukan bernilai atau tidak di mata Allah, maka memulai segala aktivitas yang baik hendaknya dengan menyebut nama Allah dengan kalimat BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM.

ALLAH ialah nama zat yang Maha Suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya.

AR RAHMAN (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya.

AR RAHIM (Maha Penyayang) adalah bahwa Allah senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya

Contoh sederhana dari dahsyatnya Bismillah dan niat adalah "bila dua orang yang pagi-pagi buta berangkat dari rumah ke tempat kerja yang satu mengucap Bismillah berniat mencari nafkah yang halal untuk keluarganya sedangkan yang satu tanpa mengucap Bismillah karena menganggap kerja adalah sebuah rutinas maka bila dalam perjalanan misalnya mereka meninggal karena kecelakaan, Insya Allah yang mengucap bismillah dan niat ibadah adalah Syahid (mati berjuang di jalan Allah) sedangkan yang tanpa niat apalagi mengucap Bismillah kemungkinan mati konyol".

Tidak masalah bila sahabat yang mengikuti Kelas Bisnis berniat mencari peluang bisnis, membangun network mencari mentor atau motivator bahkan mencari jodoh sekalipun tapi mari kita Niatkan bergabung dalam Kelas Bisnis atau membaca materi Kelas Bisnis sebagai salah satu  bentuk ibadah kepada Allah SWT, biarlah Allah yang akan mengurus kebutuhan duniawi kita yang akan terjadi setelah bergabung dalam Kelas Bisnis terhadap diri dan bisnis kita karena Allah maha tahu kebutuhan dan pemenuhannya yang terbaik untuk kita.

Kenapa harus melibatkan Allah dalam tiap aktivitas kita?
Sahabatku yang di rahmati Allah, tahukah kita bahwa presepsi kita terhadap Allah adalah parameter kedekatan kita terhadap Allah, ingat semakin dekat kita dengan Allah maka semakin mudah kita mendapat pertolonganNYA, sedangkan semakin kita jauh dari Allah maka semakin jauh pula kita dari pertolonganNYA.

Rosulullah Muhammad SAW bersabda:
"Allah sesuai dengan persangkaan hambanya, Allah selalu bersama saat kita mengingatNyabila kita mengingatNya maka Allah akan mengingat kita, bila kita mendekati Allah sejengkal, Allah akan mendekati kita Sehasta, apabila kita mendekati Allah sehasta, Allah akan mendekati kita sedepa, dan apabila kita mendekati Allah dengan berjalanmaka Allah akan datang mendekati kita dengan Berlari. (HR Muslim)

Sahabat mari kita bangun presepsi kita terhadap Allah selalu positif dan dekatkan diri kita kepadaNYA dengan Iman, Ibadah, jauhi maksiat dan kesia-siaan, sulit sepertinya bagi kita menjadi Entrepreneurs sukses yang memiliki bisnis yang menguntungkan tapi sangat mudah bagi Allah bila kita selalu dekat denganNYA.

Demi Allah semoga Kelas Bisnis semata-mata sebagai perwujudan kecintaan hamba kepada Allah untuk mengajak semua manusia beriman dan beribadah kepadaNYA dengan jalan berbagi ilmu dan pengalaman membangun diri dan bisnis yang barokah untuk kesejahteraan ummat dan menjadi tabungan amal untuk kita semua di hari perhitungan kelak di akhirat.

Apa sebenarnya tujuan saya membangun dan mengajak sahabat mengikuti atau membaca materi Kelas Bisnis?, 
  1. Mengajak serta berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana step by step mengcreate diri kita menjadi seorang Excellent Entrepreneurs.
  2. Mengajak serta berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana step by step mengcreate dan membangun Excellent Business & Product.
  3. Mengajak serta berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana step by step mengcreate dan membangun Excellent Business Organization & The Winning Team.
  4. Mengajak serta berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana step by step mengcreate dan menyusun Excellent Business Strategic. 
  5. Insya Allah bila kita bisa menjadi seorang Excelent Entrepreneurs yang memiliki Iman kepada Allah yang Mantap, memilik Ahlaq yang menjadi teladan bagi karyawan dan mitra bisnisnya, memiliki Profitable Business & Product yang dijalankan oleh team yang solid dengan strategi bisnis yang tepat.

Salam Semangat, barokallah sukses....
Hormat Saya


Budi Cahyadi

Wednesday, September 5, 2012

TRAINING KELAS BISNIS

Bismillah.... dengan menyebut nama Allah saya mulai nyicil menulis materi yang saya sharing di Kelas Bisnis, yaitu sebuah komunitas yang saya bangun untuk berbagi dengan sahabat semua yang tertarik untuk menjadi Pebisnis/Entrepreneurs dan membangun Bisnis Professional yang barokah.
Dalam Kelas Bisnis tersebut saya belajar step by step dan berbagi dengan para sahabat yang memiliki kesamaan cita-cita menjadikan diri kita berguna untuk ummat karena manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain dengan jalan menjadi  pebisnis yang meletakan Iman kepada Allah sebagai dasar membangun Bisnis untuk meraiah berkah profit  dari Allah yang harus membawa kemanfaatan untuk masyarakat.

Pemikiran saya ini mungkin tidak disukai beberapa sahabat yang berprofesi sebagai Trainer atau Penulis sebagai jalan menjadi kaya, karena menurut "pemikiran  liar" saya, "ILMU HARUS TERSEBAR SECARA MASIF, MUDAH DAN MURAH UNTUK KESEJAHTERAAN UMMAT" karena Allah pemilik ilmu tidak pernah minta "bayaran atau royalty" atas ilmuNYA yang di anugerahkan kepada kita. Saya berfikiran, carilah kekayaan dari PERNIAGAAN/BISNIS jangan dari Ilmu, untuk itulah saya memutuskan tidak menjadi "PENGUSAHA TRAINER" tapi saya ingin menjadi PEDAGANG saja, dengan berbisnis rill untuk sekadar mencukupi kebutuhan hidup di dunia dan amunisi amal sholeh di dunia untuk tabungan kita di Yaumil Hisab di akhirat nanti.

Pertanyaan menggelitik, bolehkan kita Kaya? saya selalu menjawab "Bersarkan Bisnis kita semaksimal mungkin, buatlah holding company yg mempunyai bisnis yang mengurita dengan asset yang "menggila" tapi gunakan semua itu untuk kemanfaatan ummat, sedangkan untuk diri sendiri cukup dua kata "HIDUPLAH SEDERHANA" karena rizki yang hakiki adalah yang kita makan, yang nempel di tubuh kita (pakaian) dan atap yang menaungi kita (rumah). 

Tapi kenapa training Kelas Bisnis masih bayar? saya ingin jelaskan, yang membuat acara pelatihan tersebut adalah sahabat-sahabat EO yang Inisiatif membuat acara untuk saya berbagi dan belajar bersama tentang Entrepreneurship dan Membangun Bisnis, maka dana yang dibayarkan sangat wajar untuk menghargai peran EO, jamuan dan akomodasi para peserta yang harus di muliakan sehingga merasa nyaman dan maksimal dalam menimba ilmu dalam Training Kelas Bisnis tersebut. Saya selalu tekankan ke EO yang meminta saya menjadi pembicara untuk "Memudahkan Para Peserta" dengan tarif yang terjangkau untuk semua kalangan, yang kadang membuat para EO yang berorientasi profit "Mundur" membuat Training Kelas Bisnis. 

Kenapa saya tidak berminat "mengkomersilkan" Kelas Bisnis? terus terang saya bingung menjawab bila ada pertanyaan Allah di akhirat nanti begini bila saya kaya dari hasil mengajar:
"Kekayaan kamu berasal dari mana?" karena di akhirat manusia tidak mungkin bohong, maka saya akan menjawab "Dari mengajar Ilmu yaa Allah" duh alangkah malunya saya.......

Saya juga gemar membaca sejarah para nabi terutama Rosulullah Muhammad SAW, pada sahabat, para alimin (ulama/orang berilmu) yang sholeh, mereka yang kaya bukan karena berdakwah atau mengajar, contoh sahabat Khadijah, Abu Bakar, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan, Abdurahman bin Auf yang berani menginfakan demikian banyak harta untuk perjuangan Islam, sumber kekayaan mereka bukan dari mengajar tapi dari perniagaan/bisnis, bahkan Khalifah Umar bin Khatab sampai "dipaksa" menerima gaji sebagai Khalifah oleh para sahabat saking tidak teganya melihat sang pemimpin kesulitan bahkan hanya untuk kebutuhan makan karena semua waktunya tersita untuk mengurus ummat dan pemerintahan sehingga tidak bisa berniaga untuk mencari nafkah. 

Seorang Iman Syafi'i iman besar yang menjadi salah satu imam mazhab muslim terbesar di Indonesia adalah seorang ulama yang ilmunya luar biasa bahkan dalam usia 7 tahun sudah hafal dan mahir menafsirkan Al Quran, tetap berdagang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sedangkan ilmunya total GRATIS untuk ummatnya sampai kita nikmati hari ini. Allahu Akbar.

Alhamdulillah dengan rahmat Allah SWT saya di amanahi mengelola The Dinar Hotel Bandung yang akan saya jadikan basis Training Kelas Bisnis, sehingga para sahabat yang ingin belajar dan sharing Entrepreneurship dan Membangun Bisnis dapat berkumpul di The Dinar Hotel, adapun tarif yang di bayarkan sekadar mengganti akomodasi dan produk yang sahabat beli di The Dinar Hotel seperti  sahabat dari luar kota yang menginap maka bayarlah sesuai tarif kamar hotel, bila membeli makanan di Cafe Dinar maka bayarlah sesuai harga makanan, bila menggunakan sarana meeting maka bayarlah tarif sewa meeting, bila membeli software bisnis maka belilah sesuai harga yang di sepakati. 

Apa saja Materi yang kita sharingkan di Training Kelas Bisnis:
  1. Be an Entrepreneurs, adalah step by step bagaimana menyiapkan diri kita menjadi seorang Pebisnis atau Entrepreneurs yang di rindukan Surga dan kompeten di dunia yang menjadikan Iman kepada Allah sebagai Pondasi Bisnisnya, Ahlaq Rosulullah sebagai teladannya dan membangun bisnis yang membawa kebarokahan dan kemanfaatan untuk manusia sebagai tujuan bisnisnya. Peserta tidak dibatasi semua berkesempatan mejadi pengusaha bahkan karyawan yang ingin total menjadi pengusaha.
  2. Create an Excelent Business, adalah step by step bagaimana membangun sebuah bisnis Juara yang halal, mudah, aman dan menguntungkan dengan tepat merancang bisnis dan produk yang akan kita jalankan dan kita kembangkan.
  3. Create Business Organization, adalah step by step bagaimana menyusun organisasi yang tepat untuk bisnis/perusahaan yang akan/telah kita bangun, sahabat akan dipandu dengan contoh-contoh rill kelengkapan manajemen yang wajib kita susun untuk menjadikan bisnis kita menjadi sebuah bisnis yang dikelola oleh sebuah perusahaan professional milik kita sendiri.
  4. Create Business Strategic, adalah step by step bagaimana menyusun strategi bisnis yang tepat, efektif dan efisien untuk bisnis kita, sehingga bisnis dapat kita jalankan dengan terencana dengan panduan strategi yang tepat dan mudah kita jalankan.
  5. Silaturahim/Link Business, sahabat akan tercengang dengan silaturahim dan persaudaran yang terjalin di Kelas Bisnis, begitu hangat, terbuka dan saling membesarkan, informasi dan potensi bisnis demikian terbuka dan tanpa pamrih, karena persaudaran hakiki adalah Iman.
Silahkan hubungi Marketing The Dinar Hotel untuk mengetahui jadual Training Kelas Bisnis di nomor Telepon 0811217691 pin BB 22B76B54 (Subur Hotel Dinar) 

Sahabat juga dapat memanfaatkan Konsultasi Gratis Klinik Bisnis langsung dengan saya di The Dinar Cafe Jl. Pelajar Pejuang 45 No. 25 Bandung telepon 022-7323273 setiap hari Kamis jam 15.30 s.d Magrib.
   
Insya Allah setelah tulisan ini, seluruh materi Kelas Bisnis akan saya tulis lengkap di blog ini sehingga sahabat yang tidak berkesempatan mengikuti kelas Bisnis tetap dapat mengikuti materi menjadi Entrepreneurs dan membangun bisnis professional yang barokah.

Salam Semangat, Barokallah Sukses
Hormat Saya


Budi Cahyadi

Entri Populer