Sunday, September 9, 2012

EXCELLENT ENTREPRENEURS (Bag-2)

Bismillahirrahmanirrahim...... step by step bagaimana menjadi Entrepreneurs kita lanjutkan bagian ke-2. Kenapa saya tambahkan kata "Excellent"? sesungguhnya dalam konsep Islam, seorang Entrepreneurs/Pengusaha/ Pedagang adalah golongan yang sangat Allah muliakan dan senantiasa Rosulullah SAW agungkan, karena begitu pentingnya peran mereka dalam perjuangan Islam dan mensejahterakan ummat. Saya ceritakan dua riwayat sahabat Rosulullah SAW yang dikenal sebagai Entrepreneurs sukses di jaman tersebut sebagai berikut: 

Kisah Utsman bin Affan
Setelah kaum muslimin hijrah dari Mekah ke Madinah, mereka kembali mendapatkan kesulitan. Ternyata sumber air utama di kota itu berupa sumur yang telah dimonopoli oleh pemiliknya yakni seorang Yahudi untuk dijual dengan harga tinggi.
Hal ini membuat kaum muslimin mengalami kesulitan, karena di Madinah tidak terdapat sungai dan jauh dari sumber air, maka sumur itu menjadi salah satu sumber kehidupan yang sangat penting. Kemudian Rasulullah SAW menyerukan kepada para sahabat agar ada yang bersedia membeli sumur itu untuk dipergunakan bagi kepentingan ummat. Utsman bin Affan sebagai seorang Pengusaha sukses di Mekkah tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, beliau menyambut seruan Rasulullah dengan mendatangi tempat Yahudi pemilik sumur. Awalnya Yahudi itu mematok harga sumur tersebut 20.000 dirham (+Rp. 1.455.400.000  kurs tanggal 10 September 2012 Rp. 72.770/dirham).


Namun, karena yang membeli seorang muslim, dia ingin memperoleh keuntungan yang sangat besar dari sumur tersebut, si Yahudi bergeming tidak ingin menjual sumurnya. Utsman tak kalah cerdik, demi kepentingan ummat Islam, beliau melakukan negosiasi, beliau bersedia membayar 60% dari harga yang ditetapkan, dan sumur itu digunakan bergantian, sehari jatah si Yahudi menjual air sumur, sehari kemudian milik Utsman menjual air sumur. Tentu saja Yahudi itu setuju, karena dia berpikir akan menerima keuntungan berlipat ganda.

Pada giliran hak Utsman, maka umat muslim diperbolehkan mengambil air gratis bahkan dihimbau mengambil air sebanyak-banyaknya yang cukup untuk dua hari. Maka ketika tiba giliran hak Yahudi, tidak satupun orang yang membeli air. Si Yahudi merasa sangat rugi karena tidak ada lagi yang membeli airnya, maka akhirnya dijual sisa haknya atas sumur itu kepada Utsman dengan harga 8.000 dirham. Sejak saat itu sumur tersebut dapat dimanfaatkan dengan mudah bagi siapa saja, termasuk si Yahudi tadi secara gratis Allahu Akbar.....



Abdurahman bin Auf
Pada suatu hari, di kota Madinah terlihat debu tebal mengepul ke udara, datang dari tempat ketinggian di pinggir kota. Orang banyak menyangkanya ada angin ribut yang menyapu dan menerbangkan pasir. Tetapi kemudian dari balik tirai debu itu segera mereka dengar suara hiruk pikuk, yang memberi tahu tibanya suatu iringan kafilah dagang besar yang panjang.
Tidak lama kemudian, sampailah 700 kendaraan yang sarat dengan muatannya memenuhi jalan-jalan kota Madinah dan menyibukkannya. Orang banyak saling memanggil dan menghimbau menyaksikan keramaian ini serta turut bergembira dan bersuka-cita dengan datangnya harta dan rizqi yang dibawa kafilah itu. Kafilah tersebut adalah Abdurahman bin 'Auf ra. seorang pengusaha sukses yang ahli ibadah sahabat generasi awal yang bersyahadat kepada Allah dan Rosullnya
Ummul Mu’minin Aisyah r.a. demi mendengar suara hiruk pikuk itu ia bertanya: “Apakah yang telah terjadi di kota Madinah…..?” Mendapat jawaban, bahwa kafilah Abdurrahman bin ‘Auf baru datang dari Svam membawa barang-barang dagangannya . .. Kata Ummul Mu’minin berkata:“Kafilah yang telah menyebabkan semua kesibukan ini?” “Benar, ya Ummal Mu’minin … karena ada 700 kendaraan……  
Ummul Mu’minin menggeleng-gelengkan kepalanya, sembari melayangkan pandangnya jauh menembus, seolah-olah hendak mengingat-ingat kejadian yang pernah dilihat atau ucapan yang pernah didengarnya. Kemudian katanya: 
Ingat, aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Kulihat Abdurrahman bin’Auf masuk surga dengan perlahan-lahan!”
Abdurrahman bin ‘Auf ra. masuk surga dengan perlahan-lahan… ? Kenapa ia tidak memasukinya dengan melompat atau berlari kencang bersama angkatan pertama para shahabat Rasul.. ? Sebagian sahabat menyampaikan cerita Aisyah ra  kepadanya, maka ia pun teringat pernah mendengar Nabi saw bersabda demikian lebih dari satu kali dengan susunan kata yang berbeda-beda. 
Dan sebelum tali-temali perniagaannya dilepaskan, beliau melangkah ke rumah Aisyah ra. dan berkata kepadanya:
Anda telah mengingatkanku suatu Hadits yang tak pernah kulupakan….”. Kemudian ulasnya lagi: “Dengan ini aku mengharap dengan sangat agar anda menjadi saksi, bahwa kafilah ini dengan semua muatannya berikut kendaraan dan perlengkapannya, ku persembahkan di jalan Allah ‘azza wajalla…..!” Dan di bagikanlah seluruh muatan 700 kendaraan itu untuk kesejahteraan ummat. Allahu Akbar.....

Sahabat yang di rahmati Allah, dua kisah teladan tersebut menunjukan kesempurnaan Iman dan Ahlaq seorang pengusaha muslim yang bertransaksi dengan Allah dan menjadikan bisnisnya sebagai perwujudan iman dan taqwa kepada Allah, menjadikan harta hasil usahanya sebagian besar untuk perjuangan tegaknya Islam dan kesejahteraan ummat sehingga menginspirasi siapa saja termasuk saya untuk ber cita-cita, berikhtiar dan mengajak sahabat semua yang ikut Kelas Bisnis atau membaca materi ini untuk menjadi:
EXCELLENT ETREPRENEURS, yang BERBISNIS DENGAN IMAN SEBAGAI PONDASINYA, TAQWA SEBAGAI STRATEGI BISNISNYA DAN PROFIT BISNISNYA MENJADI BERKAH BAGI UMMAT.....karena manusia terbaik adalah manusia yang paling bermanfaat untuk orang lain.....
To be continued ke EXCELLENT ENTREPRENEURS Bag-3

Wallahualam bishowab

Salam semangat, barokallah sukses untuk sahabat semua....
Hormat Saya

Budi Cahyadi

3 comments:

Entri Populer