Thursday, December 1, 2011

THE SUCCESS KEY OF SHAFIRA

Alhamdulillah saya beruntung di undang oleh Top Management Shafira pemilik brand produsen busana muslim terbaik di Indonesia untuk bekerjasama membangun bisnis untuk kebaikan ummat serta penjajakan kerjasama bisnis-bisnis lain.
Pertemuan yang hangat dan sangat konstruktif dengan owner sekaligus founder Shafira adalah sebuah berkah yang tidak akan saya lewatkan begitu saja. Sebagai pengusaha pemula, saya tentunya haus akan ilmu apalagi dari tokoh kunci Shafira yang tetap kreatif dalam usianya setelah 23 tahun membangun Shafira menjadi leader dari industri busana muslim di Indonesia.
Setalah urusan pekerjaan selesai, langsung beliau saya tanya tentang step-step dan kunci sukses membangun Shafira menjadi leader industri busana muslim di Indonesia, berikut kutipan pembicaraan dari beliau:


Pertama, "Sebagai founder, saya focus pada kompetensi saya sebagai designer, untuk itulah saya membangun House of Creative of Shafira yang diisi designer-designer handal untuk memberikan karya terbaik bagi perkembangan busana muslim di Dunia, karena parameter kami bukan lagi Nasional tapi dunia, untuk itulah  sudah lama kami memiliki basis riset industri tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar negeri sebagai ikhtiar mencapai standard international dalam setiap produk Shafira"


Kedua, Saya mungkin kompeten di bidang design pakaian, tapi tidak di bidang lain, untuk itulah saya menyerahkan urusan (manajemen) perusahaan lain seperti operasional, marketing,  HRD, keuangan, akunting dan lain-lain kepada "orang-orang pinter" (kompeten) di bidang masing-masing, jadi saya tidak capek dan bisa focus ke pengembangan produk dan design. Dengan split dan kaderisasi sesuai kompetensi ini, perusahaan akan tetap berjalan walau misalnya saya sudah tidak ada, karena sistem yang berjalan dan tidak tergantung saya.


Ketiga, Karena urusan perusahaan dipegang banyak "orang pinter" (kompeten di bidang masing-masing), maka manajemen perusahaan menjadi transparan (open management), kami bentuk sebuah perseroan, dengan job description yang jelas membagi tugas, kewenangan dan tanggung jawab masing-masing, termasuk saya walaupun owner dan pendiri, tetap otoritas saya terbatas sesuai job description saya.


Keempat, Transparansi manajemen juga diaplikasikan dalam bidang keuangan, sehingga semua manajemen inti perusahaan mengetahui dengan jelas perkembangan usaha dan kondisi keuangan perusahaan. Sebagai contoh walaupun owner, saya tidak bisa "seenaknya" menggunakan uang perusahaan, kalau misalnya saya membeli rumah pribadi, saya harus tunggu pembagian deviden setiap tahun (keuntungan atas kepemilikan saham perusahaan), atau terpaksa menggunakan mekanisme pinjaman yang wajib saya bayar. Tranparansi keuangan ini berlaku pada semua level manajemen.


Sahabat Entrepreneurs!, seringkali kita sebagai pemilik dan pendiri bisnis berlaku sebaliknya dari apa yang dilakukan owner Shafira diatas, kita "urus" segala urusan bisnis dan perusahaan kita, sepertinya kita harus tahu dan harus bisa semua bidang bisnis kita,  kita menjadi pelit dalam segala hal dan sulit mendelegasikan kepada partner atau pegawai kita, efeknya perkembangan bisnis kita tidak optimal karena sangat tergantung figur dan kehadiran kita secara fisik, pegawai kita tidak bisa bekerja tanpa instruksi langsung dari kita, kita tidak focus pada pengembangan produk atau marketing yang menjadi kekuatan bisnis kita.


Apalagi bila menyangkut urusan keuangan, kita sangat-sangat tertutup kepada manajemen atau pegawai kita, sepertinya keuangan adalah 100% ranah milik owner dan ranah haram untuk pegawai, pegawai hanya cukup dengan pekerjaan dan gaji mereka saja tanpa harus tahu perkembangan perusahaan apalagi kondisi keuangan perusahaan.

Bismillah, setelah pertemuan dengan owner Shafira tersebut, saya ajak meeting manajemen inti perusahaan saya untuk sama-sama membangun pondasi bisnis yang baik dengan open manajemen dalam segala hal, focus dalam kompetensi masing-masing termasuk transparan dalam pengelolaan keuangan, mohon doa dari sahabat semua.


Terima kasih Bu Fenny, Pak Wahyu, Bu Eva, Pak Tris, semoga Allah senantiasa merahmati dan memberkahi ibu/bapak semua, keluarga dan keluarga besar perusahaan Shafira, amin yaa Rabbal alamin.


Salam Semangat, Barokallah sukses untuk sahabat semua


Budi Cahyadi


Catatan: Kalimat pembicaraan diatas telah saya sesuaikan dengan bahasa yang lebih formal dan umum sehingga lebih mudah difahami oleh pembaca semua. 

1 comment:

Entri Populer